Pulau Popoongan

 Popoongan, The Heart of Balabalakang Islands

Welcome To Popoongan Island

           Pulau Popoongan adalah Pulau Yang terletak di tengah Kepulauan Balabalakang. warganya yang ramah terhadap pendatang. di Pulau Popoongan terdapat 5 Perusahaan pengeksporan Ikan Kerapu dan Lobster. Pulau ini banyak didatangi oleh Nelayan di sekitar Balabalakang, Nelayan di luar wilayah Balabalakang hingga pedagang sembako, pengepul ikan asin dan teripang kering dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Penduduk asli memiliki usaha penangkapan ikan kerapu, lobster dan teripang. kebanyakan mereka memperkerjakan nelayan pendatang dari berbagai daerah. mereka membuatkan rumah semi permanen untuk tempat tinggal buruh nelayan bersama keluarganya. hasil tangkapan para nelayan akan dikumpulkan di rumah Bagang yang memiliki jala apung untung menampung hasil tangkapan sementara, sebelum dijemput oleh kapal perusahaan ikan untuk diantar ke Balikpapan.

     Pulau Popoongan, hingga saat ini belum terpikirkan menanyakan tentang arti nama pulaunya. Pulau yang warganya sangat ramah sejak menginjakkan kaki pertama kali ke kepulauan Balabalakang tahun 2013 hingga sekarang pun warganya sudah seperti keluarga sendiri. pulau dengan pantai yang sangat indah. warna laut yang cantik. penyu liar berkeliaran. selama 18x bolak-balik ke Balabalakang, kami selalu datang ke pulau Popoongan. sebelumnya saya dan teman-teman lebih memilih Pulau Saboyang karena memiliki sumur air tawar, namun karena tahun 2015 marak dengan pungutan liar untuk wisatawan, akhirnya kami selalu menginap di Pulau Popoongan yang Kepala Dusunnya dengan tegas mengatakan tidak ada pungutan apapun terhadap tamu pulau.
      Pulau ini dapat dikelilingi dengan berjalan kaki kurang lebih 30 menit. Dermaga Pulau ada 3 di bagian barat. dermaga paling pertama yaitu dermaga kayu yang sudah bergelombang tapi masih sering dipakai untuk menurunkan penumpang dan barang. dermaga kedua adalah bangunan beton yang dibiayai oleh pemprov Sulawesi Barat. sejak tahun 2013 hanya berupa pasak besi. tahun 2015 baru dimulai kembali proyek pembuatan jembatan yang akan digunakan sebagai pelabuhan kapal besi. tahun 2016 jembatan baru setengah jadi meski sudah memiliki lampu penerangan sel surya. tiap malam banyak yang memancing disitu karena banyak ikan yang berkumpul mengerumuni cahaya lampu jembatan yang terang. banyak ikan seperti ikan sumpit, baby GT, cumi-cumi, sotong, juvenile tengiri, baby shark dan lain-lain.
      Pulau Popoongan memiliki fasilitas umum seperti Sekolah Dasar, lapangan sepak bola, Masjid, Sumur Umum, Puskesmas dan WC Umum. bangunan perkampungannya sangat teratur. ada yang mempertahankan arsitektur rumah panggung khas Suku Bugis dan ada juga yang bangunan beton. beberapa rumah memiliki hiasan atap yang serupa yang menandakan mereka memiliki kaitan kekeluargaan. jalan di perkampungan berupa pasir pantai yang bersih. bahkan banyak warganya tidak memakai alas kaki. oleh karena itu di depan rumah penduduk selalu ada tempat air dan gayung untuk membersihkan kaki sebelum masuk ke dalam rumah.
      Pulau Popoongan tidak pernah membosankan. banyak kegiatan yang bisa dilakukan. dari subuh berburu foto sunrise. ingat ya, disini matahari cepat muncul. jam 05.45 kalian harus kearah timur atau pantai yang banyak kapal ditambatkan. jika kalian beruntung dapat menemukan penyu yang naik ke pantai untuk mencari makan. walau sebenarnya kasihan sama penyu yang cara makannya tidak biasa dengan mengais sampah yang banyak di pantai.
     Setelah berburu sunrise, kalian bisa melakukan Voluntourism di sekolah dasar Pulau Popoongan. dulu sekali, gurunya cuma satu orang, beruntung tahun 2016 gurunya sudah bertambah menjadi 3 orang. muridnya berkisar 40an. saya lupa berapa tepatnya. setiap saya membawa 50 paket alat tulisa, insyaAllah selalu berlebih dan biasanya diberikan kepada para guru dan anak Balita.

     Menurut saya Pulau Popoongan dapat dikembangkan potensinya untuk pariwisata. bisa dimulai dengan lebih tegas dan disiplin dalam menjaga kebersihan pantai pulau. bangunlah tempat-tempat yang bisa menjadi daya tarik untuk berfoto bagi para wisatawan misalnya seperti Ayunan di tepi pantai, Gazebo dan spanduk/plang yang menjadi ikon Pulau. di bagian timur pulau, pantai yang dijadikan tempat pembuatan kapal tradisional dan perbaikan kapal juga perlu di tata agar lebih bersih dan menarik. mengingat daerah ini banyak penyu berkeliaran dan tempat para wisatawan berburu foto sunrise.
     Pada siang hari cuaca panas khas pulau tidak menyurutkan semangat untuk menikmati keindahan alam Pulau Popoongan. bawa sarung bali, laybag atau hammock dan pasang ditempat yang teduh. cobalah berisitirahat sambil menikmati hembusan angin laut, suara ombak dan kicauan burung camar laut.
 
      Ketika sore, itu waktunya anda menikmati air laut yang jernih di pantai Popoongan. jam 16.00 sore penyu mulai banyak berkeliaran mencari makan di padang lamun yang berada di daerah selatan pulau di dekat jembatan kayu yang baru. pakai alat snorkeling jika ingin menari bersama penyu di laut. pakailah fin, karena penyu walau terlihat lamban, padahal perenang lincah di air.
     Beranjak malam, siapkan jaket dan matras untuk melihat hamparan bintang di langit. lebih asyik lagi kalo Star-gazing sambil menemani orang yang lagi Night-fishing. lebih perfecto lagi kalo ditemani minuman hangat dan gitar. silahkan Baca link Blog saya di Pulau Popoongan, Balabalakang untuk mengetahui kegiatan seru yang bisa kamu nikmati di Pulau Popoongan.
     Sungguh saya suka sekali dengan Pulau Popoongan. dimana semua penduduknya saling mengenal dan sangat ramah. keluarga Pak Haji Yunus, Hajjah Umi, Mama Fika, dan Nenek Haji serta Pak Dusun yang baik hati dan memberikan kami kesempatan istimewa untuk menginap di rumah mereka. mereka yang selalu dengan senang hati menceritakan sejarah awal penduduk pertama yang tinggal di Pulau Popoongan.

     Saya memiliki ide yang belum bisa saya wujudkan. mudah-mudahan suatu hari nanti saya bisa mewujudkannya. saya ingin ada sanggar seni di Pulau Popoongan yang mengajarkan kesenian suku Mandar kepada generasi penerus Pulau Popoongan. saya ingin, jika nanti ada grup wisatawan datang ke Pulau Popoongan, mereka akan disuguhkan tarian selamat datang dari anak-anak pulau. saya sudah googling beberapa tarian Suku Mandar beserta pakaian tradisionalnya. namun karena terkendala waktu dan tidak adanya pelatih tari dari Penduduk asli Pulau Popoongan, maka ide saya ini disimpan dulu deh. nanti kalo ada kesempatan kembali ke pulau popoongan dan bermusyawarah dengan penduduk Pulau Popoongan. jika pelatih sudah bisa ditetapkan, maka saya akan bergerak  menggalang dana untuk menyiapkan perlengkapan dan peralatan latihan tari anak-anak Pulau Popoongan. kegiatan ini harusnya bisa dilakukan secara berkesinambungan. diharapkan agar menjadi potensi wisata ekonomi kreatif yang mendatangkan keuntungan ekonomis bagi Penduduk Pulau.
     Akhir kata, terlepas saya sebagai penduduk Kalimantan Timur dan Pulau Popoongan yang sedang diperebutkan oleh Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat, saya hanya ingin agar Pulau Popoongan dapat dikembangkan dan dikelola dengan baik oleh Pemerintah Provinsi yang berdedikasi terhadap kewajibannya untuk memajukan kesejahteraan masyarakatnya. bangunlah infrastruktur transportasi, kesehatan dan pendidikan yang memadai. insyaAllah Pulau Popoongan akan memberikan sumbangsih dalam industri pariwisata dan perikanan di masa yang akan datang.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Rute menuju Kepulauan Balabalagan

Trip SATEBO (Samarinda-Tenggarong-Bontang)