Dokumentasi Terumbu Karang Balabalagan ( Kepulauan Bala-balakang, Selat Makassar )

BIOTA LAUT
KEPULAUAN BALABALAKANG

Kalo sudah soal laut emang ga pernah habis topik untuk diceritakan. Dari keindahan pulau, pantai yang cantik, terumbu karang yang indah, melimpahnya jumlah ikan hingga binatang laut yang unik.  Saya udah sering bolak-balik ke kepulauan Balabalakang sejak tahun 2013 hingga sekarang (Mei 2016 , terhitung udah 17 kali) dan sama sekali tidak pernah bosan untuk mendokumentasikan karang dan hewan laut unik. Itu pun saya lakukan jika memiliki waktu disela-sela kegiatan saya mengguide wisatawan BIOTO. Bagi pembaca yang ingin ikut Open Trip ke Kepulauan Balabalakang bersama saya, akan diadakan pada tanggal 11-14 November 2016. silahkan hubungi contact Person BIOTO.
Saya bukan seorang photographer jadi harap maklum koleksi foto-foto terumbu karang Makro, bukan yang terbaik. Untuk mengambil foto biota laut memang memerlukan stamina yang kuat untuk menjelajah hamparan terumbu karang, mata yang jeli untuk melihat jenis karang, kesabaran untuk menunggu hewan laut agar mau difoto dan kemampuan untuk snorkling & Freediving yag baik.
Latar Pendidikan Saya bukan jurusan Perikanan dan Kelautan, jadi harap dimaklumin juga pengetahuan saya terbatas untuk mengidentifikasi jenis-jenis karang. Tapi saya suka belajar, jadi setiap mengeksplore terumbu karang, saya suka menyebutkan nama biota laut yang sudah saya ketahui, sedangkan yang belum saya ketahui, akan saya foto dan disimpan untuk diidentifikasi.
Beruntungnya saya berteman dengan Mas Sea Amin, yang banyak mengetahui jenis-jenis Biota Laut. Beliau bekerja di WWF Kalbar untuk konservasi Penyu laut dan juga Guide Just Adventure yang memperkenalkan wisata Pulau-pulau di Kalbar seperti Pulau Lemukutan, Pulau Kabung, Pulau Randayan dan masih banyak lainnya. Beliau juga senang mengapload foto di akun social medianya untuk memperkenalkan Biota laut yang telah difotonya ketika berwisata. Dari foto-foto Mas Sea Amin saya belajar banyak tentang jenis-jenis Terumbu Karang dan Biota laut.
         Disini saya akan mencoba menjelaskan pengertian terumbu karang menurut Wikipedia : Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip.[3] Dalam bentuk sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel.[3] Namun pada kebanyakan Spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni.[4] Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3.[1] Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui.[1]
        Jadi, jika kau melihat sebuah bongkahan batu besar di antara terumbu karang, jangan pikir itu hanya sebuah batu biasa yang boleh diinjak untuk istirahat ketika snorkling. seperti yang dituturkan Nesha Ichida, Co-Founder & Director of Sustainability and Development Divers Clean Action, kepada KompasTravel (13/6/2016), Tak sedikit diver yang bumping into corals, itu kesalahan pertama. Padahal, butuh waktu satu tahun untuk menumbuhkan satu sentimeter koral," papar Nesha. Sama halnya dengan snorkeler, yang seringkali menginjak karang untuk pijakan kaki. Apalagi jika snorkeler tersebut menggunakan kaki katak (fin). "Biasanya snorkeler menyangka karang yang bulat besar itu mati, bisa diinjak. Padahal enggak, karang itu hidup," tambahnya. 
  1.  Acropora, Family Acroporidae.

    Berikut saya kutip  dari Penulis Sudut Manokwari Blogspot : “…Genus Acropora memiliki jumlah jenis (spesies) terbanyak dibandingkan genus lainnya pada karang. Karang jenis ini biasanya tumbuh pada perairan jernih dan lokasi dimana terjadi pecahan ombak. Bentuk koloni umumnya bercabang dan tergolong jenis karang yang cepat tumbuh, namun sangat rentan terhadap sedimentasi dan aktivitas penangkapan ikan.
    Karakteristik bentuk rangka kapur genus Acropora antara lain ialah:
                   Koloni biasanya bercabang, jarang sekali menempel ataupun submasif.
                   Koralit dua tipe, axial dan radial.
                   Septa umumnya mempunyai dua lingkaran.
                   Columella tidak ada.
                   Dinding koralit dan coenosteum rapuh.
                   Tentakel umumnya keluar pada malam hari.







  2. Montipora, Family Acroporidae.

    Berikut saya kutip  dari Penulis Sudut Manokwari Blogspot : “…Genus Montipora sering ditemukan mendominasi suatu daerah. Sangat tergantung pada kejernihan suatu perairan. Biasanya berada pada perairan dangkal berkaitan dengan intensitas cahaya yang diperolehnya dengan bentuk koloni berupa lembaran.
    Karakteristik bentuk rangka kapur genus Montipora ini antara lain ialah:
         Bentuk koloni bervariasi, ada yang submasif, laminar, menempel ataupun bercabang.
                   Ukuran koralit umumnya kecil.
                 Septa umumnya memiliki dua lingkaran dengan bagian ujung (gigi) muncul keluar. Apabila disentuh maka akan terasa tajam.
                   Tidak memiliki columella.
             Dinding koralit dan coenosteum keropos. Coenosteum memiliki beberapa tipe: Papillae bila coenosteum lebih kecil dibandingkan dengan ukuran koralit, dan tuberculae jika sebaliknya. Apabila berkelompok mengelilingi koralit disebut thecal papillae dan juga ada thecal tuberculae.

  3. Fungi, Family : Fungidae.

         tubuhnya terdapat skeleton yang dibuat oleh epidermis dari CaCO3 dan bentuknya seperti mangkuk. Bagian oral agak melebar seperti corong yang dihiasi rangkaian tentakel-tentakel yang membentuk seperti daun bunga, panjang tubuh sekitar 7-10 cm, tetapi ada juga yang berukuran raksasa hingga 1 meter. Tubuh radial simetri dengan warna tubuh putih kekuningan. Tubuh terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu bagiancakram pedal atau bagian kaki, bagian kolumna atau skapus atau bagian batang tubuh danbagian cakram oral atau kapikulum. Antara bagian cakram pedal dengan bagian skapusdihubungkan oleh bagian yang disebut limbus. Sedang antara skapus dengan bagiancakram oral dihubungkan oleh bagian yang disebut collar. Mulut terletak di dasar danmenghubungkan dengan rongga pencernaan oleh bagian yang disebut stomodeum. Ciri-ciri Utama :
    ·         Terdapat mulut dengan alat pencernaan terbagi secara radial
    ·         Terdapat kerangka
    ·         Hidup dilaut
    ·         Ada skeleton yang dibuat oleh epidermis CaCO3
    .      Polip berbentuk lingkaran


  4. Porites, Family : Poritidae.

    Koloni massive berukuran besar dengan permukaan relatif kasar dengan koralit relatif besar. Koralit mempunyai kolumella dengan septa mempunyai dua tentakel. Seperti triplet tidak bersatu. Warna coklat keabu-abuan.


  5.   Heliopora, Family : Helioporidae.

    karang ini biasanya tumbuh di rataan terumbu dekat tubir. Kadang-kadang mendominasi pertumbuhan karang di dekat tubir. Dikenal sebagai karang biru.


  6.   Gorgonian Sea Fan atau Karang Kipas.

    Kipas laut atau coral yang berasal dari genus Gorgonia ini, adalah berbagai karang yang terdiri dari berbagai polip silinder yang tumbuh bersama dalam pola seperti kipas datar. Setiap polip di koloni memiliki delapan tentakel.
    Struktur tubuhnya terdiri dari sebuah kerangka internal pusat, yang  mendukung semua cabang koloni, serta  jaringan hidup yang membentuk lapisan atas seluruh permukaannya.
    Jaringannya  sering berwarna warna merah, kuning, atau pun oranye. Polip menyebar di setiap permukaan tentakel mereka, yang berguna sebagai jaring untuk menangkap makanan si kipas laut, yaitu  plankton . (source : Mongabay.co.id)














Tube Sponge, Filum : Porifera.

     Berikut saya kutip  (boniephoel.wordpress.com/) : "Porifera (Latin: porus = pori,fer = membawa) adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera juga disebut spons atau hewan berpori karena tubuhnya mengandung lubang-lubang kecil. pons porifera terbagi menjadi 3 kelompok:
a.Spons Asconoid
kelompok spons yang berbentuk seperti tabung sederhana yang berpori. Bagian dalam tabung yang terbuka di sebut spongocoel dan terdapat koanosit. Terdapat lubang besar yang berfungsi untuk mengeluarkan air dari tubuh spons (oskulum)
b. Spons syconoid
ukurannya lebih besar dari asconoid. Memiliki tubuh seperti tabung dengan oskulum tunggal,tetapi dinding tubuhnya lebih tebal dan memiliki pori-pori yang memanjang sampai ke dalam tubuh hingga membentuk suatu sistem saluran sederhana. Saluran ini diperkuat oleh koanosit dan flagela yang berfungsi memasukkan air ke dalam spongocoel dan mengeluarkannya melalui oskulum.
c. Spons leuconoid
Paling besar ukurannya dan paling rumit struktur tubuhnya. Saluran yang ada dalam tubuh spons ini menghubungkan sejumlah ruang-ruang kecil dan di sepanjang dinding-dinding saluran tersebut terdapat sel-sel berflagela. Air akan mengalir melalui saluran, kemudian masuk ke dalam ruang-ruang tersebut dan keluar melalui saluran pusat dan oskulum.
Ciri morfologi
•- Tubuhnya berpori (ostium)
•- Tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri
radial.
•- Berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau bercabang seperti
tumbuhan
•- Beberapa jenis porifera berukuran sebesar butiran beras, sedangkan
lainnya memiliki tinggi dan diameter hingga 2 m
•- Warna tubuh bervariasi, ada yang berwarna pucat, namun juga ada yang
berwarna cerah, seperti merah, kuning, jingga, atau ungu
Cara Hidup
Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebasit. Makanan di telan secara fagositosis dan oksigen di serap secara difusi oleh koanosit
HABITAT
  • Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km. Sekitar 150 jenis Porifera hidup di air tawar, misalnya Haliciona dari kelas Demospongia.
  • Porifera dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu atau benda lain di dasar laut karena itu porifera terkadang dianggap sebagai tumbuhan.



Karang Otak, Brain Coral. Family : Faviidae.

       Karang otak adalah nama umum yang diberikan kepada karang dalam keluarga Faviidae. Disebut otak, karena bentuk umumnya bulat dan permukaan berlekuk yang menyerupai otak . Setiap kepala karang dibentuk oleh koloni polip genetik identik yang mengeluarkan kerangka keras kalsium karbonat , ini membuat mereka pembangun terumbu karang penting seperti karang batu lainnya dalam urutan Scleractinia .
        Karang otak ditemukan di terumbu karang dangkal yang hangat di seluruh lautan di dunia. Mereka adalah bagian dari filum Cnidaria, di kelas yang disebut Anthozoa atau “hewan bunga”. Rentang hidup karang otak terbesar adalah 900 tahun. Pada umumnya, koloni ini dapat tumbuh lebih dari 1,8 meter. (source : Mongabay.co.id)



Lily Laut, Sea Lily. Family : Echinodermata
     Crinoidea biasanya hidup di laut yang dalam (±3.648 m). Hidupnya dengan cara menempel di dasar laut, di barisan koral, atau membentuk taman laut. Jenis yang sekarang masih ada misalnya Antedon sp. warna hewan ini sangat bervariasi, misalnya putih seperti berlian, kuning, hijau dan cokelat. Biasanya hewan ini hidup melekat pada batu karang dengan tangkai atau menggunakan alat pencengkram (siri) apabila tidak mempunyai tangkai. Bentuk tubuhnya bisa menyerupai bunga lili, bunga bakung atau bulu burung. (source : http://blogpembelajaranbiologi.blogspot.co.id/)




Bintang Laut, Star Fish. Family : Echinodermata.
        Bintang laut, walaupun dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan sebutan starfish (ikan bintang), hewan ini sangat jauh hubungannya dengan ikan. Bintang laut merupakan hewan invertebrata yang termasuk dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan. Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan. Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan. Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang ular, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan. Bintang laut adalah hewan invertebrata yang bergerak bebas dengan menggunakan kaki-kaki tabungnya, merayap sepanjang dasar laut dalam kecepatan yang cukup rendah untuk kebanyakan spesies. (source : wikipedia.com)

Kerang Kima atau Bia. Family : Tridacnidae.

Kima termasuk dalam filum Mollusca, kelas Bivalvia. Hewan dalam kelas ini biasanya berbentuk simetri bilateral dan mempunyai cangkang setangkup dan mantel, bentuk cangkangnya digunakan untuk identifikasi (Romimohtarto, 2001). Lebih lanjut disampaikan pula bahwa bivalvia mempunyai tiga cara hidup yakni membuat lubang pada substrat, melekat langsung pada substrat dengan semen dan melekat pada substrat dengan bahan seperti benang (bysus).
Kima mempunyai 2 organ utama yaitu organ keras berupa cangkang sebagai identifikator spesies Kima, dan organ lunak yang dilindungi mantel luar berwarna cemerlang (hijau, biru, ungu, dan kuning) akibat difraksi cahaya lapisan matahari terhadap lapisan submikroskopik (submicroscopic layer) dari pigmen kristal tak berwarna (crystalline non-coloured pigment) (Calumpong, 1992).
Kima mempunyai cangkang yang terdiri dari dua tangkup simetris yang terbuat dari zat kapur, yaitu unsur kalsium karbonat (CaCO3). Zat kapur atau kalsium karbonat tersebut pada umumnya tersusun dari tiga jenis kristal yaitu kalsit, aragonit, dan vaterit. Ketiga bentuk kristal tersebut pada tiap – tiap jenis moluska hampir berbeda (Wilbur, 1994).
Cangkang Kima pada umumnya berwarna putih kekuning – kuningan. Permukaan cangkang bagian luar membentuk lekukan dan tonjolan ini tersusun sedemikian rupa sehingga terbentuklah suatu bangunan seperti kipas. Pada bagian yang menonjol tersebut terdapat lipatan berupa lempengan – lempengan yang tajam dan tersusun rapi. Pada tiap – tiap jenis Kima lipatan – lipatan tersebut bentuknya agak berbeda (Mudjiono, 1988).
Tridacna merupakan kerang yang berukuran besar, cangkangnya bisa lebih 1 m dan beratnya mencapai lebih 250 kg, jenis kima ini disebut kima raksasa (Tridacna gigas). Kima lain yang lebih kecil antara lain kima sisik (Tridacna squamosa), kima pasir (Hippopus hippopus), kima selatan (Tridacna Derasa), kima besar (Tridacna maxima), kima Cina (Hippopus porcellanus) dan kima liang (Tridacna crocea), kima liang hidupnya agak aneh, karena ia hidup terbenam dalam kerangka karang batu yang masif, hanya bibir cangkang yang tampak dari luar (Nontji, 2005). (source : http://bosan-kuliah.blogspot.co.id).


Anemon Laut, Family : Stichodactylidae

        Anemon laut diklasifikasikan dalam filum Cnidaria, kelas Anthozoa, dan subclass Hexacorallia. Termasuk dalam Anthozoa karena sering ditemui memiliki polip besar,  yang memungkinkannya untuk mencerna mangsa yang lebih besar. Digolongkan cnidaria, karena anemon laut sering ditemukan menempel pada karang., ubur-ubur, dan Hydra.

Anemon laut  juga diketahui dapat memiliki puluhan hingga beberapa ratus tentakel di tubuhnya. Mulut, juga anus dari anemon laut, berada di tengah-tengah dan dikelilingi oleh tentakel bersenjata dengan banyak cnidocytes, yaitu sel-sel yang defensif dan digunakan untuk menangkap mangsa. Cnidocytes mengandung nematocysts menyengat. Dan setiap nematocyst berisi vesikel racun kecil yang penuh dengan racun aktin, filamen batin, dan rambut sensorik eksternal.
Sentuhan pada rambut mekanis memicu ledakan sel, yang meluncurkan struktur tombak-seperti yang melekat pada organisme yang memicunya, dan menyuntikkan dosis racun dalam daging agresor atau mangsanya. Hal ini memberikan anemon perasaan lengket yang unik. Anemon laut juga memakan ikan kecil dan udang. Kebanyakan anemon laut tidak berbahaya bagi manusia, tetapi beberapa spesies yang sangat beracun (terutama Actinodendron, Phyllodiscus dan Stichodactyla) diketahui telah menyebabkan luka parah dan berpotensi mematikan. (source: Mongabay.co.id).





 
Ikan Badut, Clown Fish. Family : Pomacentridae, Amphiprioninae.

       Ikan badut adalah ikan hias air asin dari subfamili Amphiprioninae. Terdapat sekitar 28 spesies dikenali, salah satunya berada di genus Premnas, sementara sisanya di genus Amphiprion. Ikan badut berwarna kuning, jingga, kemerahan atau kehitaman. Spesies terbesar dapat tumbuh mencapai panjang 18 cm, sementara terkecil hanya mencapai 10 cm.
Habitat
Ikan badut merupakan ikan karang tropis yang hidup di perairan hangat pada daerah terumbu dengan kedalaman kurang dari 50 meter dan berair jernih. Dengan daerah penyebaran di Samudera Pasifik (Fiji), Laut Merah, Samudra Hindia (Indonesia, Malaysia, Thailand, Maladewa, Burma), dan Great Barrier Reef Australia.

Makanan
Ikan badut merupakan ikan
omnivore (pemakan hewan dan tumbuhan), jadi selain invertebrata kecil (crustacea & parasit yang melekat pada tubuh anemon), alga juga diketahui memenuhi 20 – 25% kebutuhan nutrisinya.
 Transgender
Semua ikan badut berjenis kelamin jantan ketika mereka lahir. Setelah mereka dewasa , individu dominan akan berubah menjadi betina. Betina biasanya berukuran lebih besar daripada jantan dan akan menjadi pemimpin utama dari wilayah mereka.

  
 
 





Dendronephthya

       Jenis ini merupakan jenis yang indah oleh karena warnanya yang bervariasi dan menarik. Koloni mengandung duri-duri yang tak lain adalah supporting bundle pada polip. Spikula hampir sama dengan Stereonephthya terutama pada supporting bundle yang sedikit berbeda ialah pada interior tangkai, spikula berbentuk antler atau seperti bintang tak beraturan yang merupakan ciri khas kelompok Dendronephthya. Juga pada permukaan cabang, bentuk kumparan lebih runcing dan sempit (kurus).

Nephthea

      Jenis ini umumnya dijumpai di mana-mana terutama pada daerah yang kondisi terumbu karangnya mengalami kerusakan. Koloni berbentuk pohon, bagian batang/tangkai pendek dan lebar dilanjutkan dengan cabang yang pendek dan lebar. Kapitulum (catkins) tersusun seperti ranting dan daun pada pohon. Tinggi koloni dapat mencapai 0,5 m. Sklerit pada tentakel kecil-kecil bentuk seperti bulan sabit. Pada polip sklerit berbentuk kumparan yang melengkung. Pada bagian interior tangkai/batang bentuk sklerit berbentuk kumparan lurus atau melengkung dan bercabang dengan ukuran 0,40 mm sedangkan pada permukaan berbentuk kumparan kecil dengan salah satu sisi mengandung duri-duri, juga berbentuk seperti bintang dengan ukuran 0,05 – 0,14 mm. Supporting bundle tersusun oleh kumparan kecil yang lebih padat, sehingga memberi sokongan yang kuat dan kokoh bagi polip.


Karang Gelembung, Bubble Coral. Plerogyra sinuosa

          Karang gelembung adalah spesies yang membuat penasaran. Memiliki gelembung bulat dan vesikel polip seperti gelembung yang meluas di siang hari. Gelembung ini digunakan untuk mengumpulkan cahaya, yang sangat penting bagi pertumbuhan karang. Pada malam hari, tentakel polip berkembang untuk makan. Gelembung karang umum ditemukan disepanjang kawasan Indo-Pasifik dan Australia.


Bat Fish, Platax Teira. Family : Ephippidae.

     ikan pipih ini nama latinnya adalah Platax orbicularis atau juga dikenal sebagai batfish melingkar, batfish orbiculate, atau batfish orbic. Ikan ini adalah ikan laut yang populer dan endemik perairan tropis Samudra Hindia dan Pasifik.
    Tubuh Platax orbicularis hampir berbentuk bulat, dan sangat tipis. Ekornya, sekitar 20% dari panjang tubuh, berbentuk seperti kipas. Yang Jantan bisa tumbuh hingga 50 cm panjangnya.
     Usia  remajanya memiliki kemampuan dan kamuflase alami untuk meniru seperti daun yang  mengambang dan ganggang laut. Sementara mereka juga memakan ganggang dan plankton di seluruh habitat terumbu alami mereka dari Indo – Pasifik. Dan saat remaja itulah,  mereka akan kehilangan warna coklat-oranye, dan bagian ekor relatif panjang dan sirip punggungnya. Orbiculate Batfish sangat ramah dan berdamai dengan jenis ikan lainnya, dan cukup sosial di antara individu sejenis lainnya,  mereka akan membentuk grup atau kelompok dengan Orbiculate Batfish lainnya yang mereka temui di lingkungan mereka.

     Di alam liarnya, batfish bundar ditemukan di perairan payau atau laut, dan biasanya di sekitar terumbu karang, pada kedalaman 5 sampai 30 meter. Tersebar dari Laut Merah dan Afrika Timur di timur sampai ke Kepulauan Tuamotu di Polinesia Perancis di barat, dan dari selatan Jepang di utara sampai ke utara Australia dan Kaledonia Baru. Walupun juga telah tercatat di lepas pantai Florida, di duga kuat penyebaran di sini sebagai akibat dari pembuangan spesimen akuarium.
Juvenile atau anakan dari ikan batfish hidup secara soliter atau hidup dalam kelompok kecil, di antara bakau atau laguna terlindung lainnya. Sedangkan yang dewasa hidup lebih komunal atau berkelompok. Dan ditemukan di perairan yang lebih terbuka. Juvenile batfish, corak dan warnanya sangat berbeda dengan induknya. Lebih berwarna dan unik. (source : Mongabay.co.id)






Penyu, Sea Turtle. Family : Cheloniidae

      Secara morfologi, penyu mempunyai keunikan-keunikan tersendiri dibandingkan hewan-hewan lainnya. Tubuh penyu terbungkus oleh tempurung atau karapas kerasyang berbentuk pipih serta dilapisi oleh zat tanduk. karapas tersebut mempunyai fungsi sebagai pelindung alami dari predator. Penutup pada bagian dada dan perut disebut dengan plastron. Ciri khas penyu secara morfologis terletak pada terdapatnya sisik infra marginal (sisik yang menghubungkan antara karapas, plastron dan terdapat alat gerak berupa flipper. Flipper pada bagian depan berfungsi sebagai alat dayung dan flipper pada bagian belakang befungsi sebagai alat kemudi. Pada penyu-penyu yang ada di Indonesia mempunyai ciri-ciri khusus yang dapat dilihat dari warna tubuh, bentuk karapas, serta jumlah dan posisi sisik pada badan dan kepala penyu.
      Penyu mempunyai alat pecernaan luar yang keras, untuk mempermudah menghancurkan, memotong dan mengunyah makanan (Rifqi, 2008). Penyu memiliki sepasang tungkai depannya yang berupa kaki pendayung, ini memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walau selama bertahun-tahun berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap
harus naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 – 73 hari (Wikipedia, 2007).
     Tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itupun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan predator alaminya seperti kepiting, burung dan tikus di pantai, serta ikan-ikan besar begitu tukik (anak penyu) tersebut menyentuh perairan dalam. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jurassic (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Penyu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, atau juga penyu cimochelys, yang berenang di laut purba seperti penyu masa kini (Wikipedia, 2007).







 Ikan Buntal, Puffer Fish. Family : Tetraodontidae

       Ikan Buntal adalah ikan laut yang memiliki bentuk yang sangat unik, berbentuk bulat seperti bola bila sedang mengembangkan diri. Mengembangkan diri merupakan salah satu cara nya untuk menakuti/menghindari diri dari musuh/predator. Ikan buntal tersebar luas di negara tropis. Ikan buntal memang memiliki bentuk yang lucu(bulat), namun ternyata ikan ini memiliki racun yang sangat mematikan sehingga ikan ini dinobatkan sebagai vertebrata(hewan bertulang belakang) yang memiliki racun paling berbahaya kedua setelah Kata racun emas.

Klasifikasi Ikan Buntal

Kingdom : Animalia
Pilum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Tetraodontiformes
Famili : Tetraodontidae
Genus : Colomesus
Spesies : Colomesus psittacus

Morfologi Ikan Buntal

Ikan yang memiliki nama latin Colomesus psitaccus ini memiliki bentuk tubuh dengan panjang yang dapat mencapai sekitar 29 cm, namun jika sudah mengembungkan diri maka panjangnya bisa mencapai 90 cm. Karena bentuk tubuh yang bulat maka tidak heran jika ikan ini berenang dengan lambat. Ikan ini memiliki warna coklat tua atau hijau tua dan berwarna putih pada bagian bawahnya (dorsal). (source : http://ilmuikan.com/ikan-buntal/)




Mohon Maaf, jika data foto masih sangat minim, karena keterbatasan waktu & penelitian, saya akan menambahkan foto-foto secara bertahap.
source data :
  • http://salahsatusudutmanokwari.blogspot.co.id/2012/11/jenis-terumbu-karang.html
  • http://tkarang.blogspot.co.id/
  • http://www.coremap.or.id/
  • Mongabay.co.id
  • Wikipedia.co.id
  • http://www.belajarbiologi.com/2014/04/filum-porifera-karang-ciri-ciri-dan.html
  • https://boniephoel.wordpress.com/2011/02/24/porifera/#more-231

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rute menuju Kepulauan Balabalagan

Trip SATEBO (Samarinda-Tenggarong-Bontang)