Road Trip Jalur Darat Samarinda - Biduk biduk



Pasukan 4 Kota (samarinda,Balikpapan,Grogot & Martapura) dari ki-ka : Frisca, Athie, Agus Okta, Firman, Norma & Akbar




The adventure is began on 27 Desember 2013. 

     Jam 18.00 sore 6 petualang yg berasal dari berbagai daerah memulai perjalanan menuju Biduk-Biduk.saya dan frisca(samarinda),mas agus okta(balikpapan),firman(grogot),athie dan akbar(martapura).kami berjejal ria didalam mobil mazda 4WD yg sengaja dipakai untuk menghadapi medan jalan samarinda-Biduk-biduk yg terkenal banget off roadnya.personil kami bertambah 1 yaitu mas ogi'e yg mengendarai motor.beliau yg akan kami ikuti karena hapal jalur meskipun hanya sampai ferry penyeberangan.
     Jam 19.30 kami singgah di POM Bensin Kilo 10 Bontang.perjalanan pun diteruskan hingga ke kota selanjutnya yaitu sangatta.jam 21.30 yang diwarnai hujan rintik2 di kota Sangatta,membuat kami ingin minum-minuman yg hangat.kami beristirahat sambil minum STMJ dan Susu Jahe didepan sebuah Bank.kami juga makan jagung dan kacang rebus.aku yg galau karna Jahe bukan suatu hal yg ingin ku makan atau ku minum,tapi cuaca malam dan perjalanan panjang menuntut stamina prima biar ga jatuh sakit.
     Akhirnya setelah hampir mabok dicekokin susu jahe limpahan dari frisca dan STMJ limpahan dari Firman dgn zoom dibagian kuning telur mentah yg mengapung digelas,daku sempoyongan masuk mobil bersama teman2.dengan formasi,mas agus sebagai supir ganteng didepan,daku disebelahnya sebagai navigator imut,dan 4 penumpang yg Budiman di kursi belakang.mengapa budiman?!karena mereka sangat sabar dan santun meski harus berjejalan dan meng"Aduh" dengan sopan saat sang supir kebablasan menghantam lubang jalanan.
     Memasuki daerah bengalon hingga kaubun,jalanan didominasi lubang jalanan yg WEW, proyek beton cor setengah jalan yg WOW, jembatan rapuh yg WUIW dan hujan yg WAH. What a complete journey!hahaha.sapa suruh,nekat traveling di bmusim hujan dengan jalur trans Kaltim yg terkenal Off Roadnya.
     Entah mengapa Pemerintah di Provinsi Kaya ini ga sempat memikirkan solusi permanen untuk memperbaiki jalur Trans Kaltim.percuma bikin Jargon Visit Kaltim,klo mau berwisata di Kaltim tapi terkendala biaya transportasi yg mahal udah gitu jalur daratnya parah pula.
    Namun...ahhh...sudahlah...lupakan jalan rusak,lupakan kesulitan mencari transportasi umum,lupakan biaya transport yg mahal,jika kalian penyuka petualangan untuk mencari keindahan ciptaan Tuhan.bahkan jika kalian termasuk orang yg pandai bersyukur,meski keindahan alam itu terlihat biasa dan tidak sebanding dengan tenaga,waktu&uang yg dikeluarkan,namun selalu ada hal indah seperti persahabatan,kedekatan dengan orang2 yg baru dikenal,dan berbagi rezeki entah saat kalian diberi ikan/kelapa muda/akomodasi gratis oleh penduduk lokal,ataupun saat kita berbagi hal2 kecil seperti permen,buku atau alat2 tulis untuk anak2 penduduk lokal udah cukup membuat semua pengorbanan terbayarkan.okeh,itulah hikmah yg didapat dari enlightment moment roadtrip menuju Biduk-Biduk.
     Berhubung si supir ganteng niat melaju tanpa berhenti tidur hingga tujuan,maka daku sebagai navigator manut saja.ikut terjaga untuk menemani supir beraksi.firman,Akbar,Athie dan Frisca udah bobo dengan posisi tidur yang ahhh sudahlah...ga usah dideskripsikan,hahaha.kursi yg kapasitasnya 2 penumpang bisa duduk dgn lega sambil main UNO atau nyemil,malah dimuatin 4 orang itu,yah jadi...bisa pemirsa bayangkan gimana mepetnya posisi duduk&tidur mereka.
     Saya selaku navigator didepan,walau bisa duduk dengan lega namun juga tak luput dari kesusahan.bagaimana tidak pemirsa!saya ga biasa pake seat belt,ga tau cara menurunkan penahan tali seat belt-nya,hingga akhirnya tali yg seharusnya melintang di dada,malah melintang di leher.untuk jalan lurus,aman!tapi,ni semua jalanan rusak berlubang,akhirnya seat beltnya mencekik leher saya hedehhh.
     Meskipun pura2 mendramatisir dengan suara batuk2 atau mng'aduh-aduh tetep ajah sang supir membawa mobil melaju menembus hujan deras dimana lubang jalanan ga terlihat karna tertutup air.bahkan suara frisca terdengar sesekali meng'Aduh pelan saat mobil menerjang lubang jalanan.bonus benjol buat frisca yg menyandarkan kepalanya dijendela mobil,turut berduka friss.
     Waktu menunjukkan pukul 4 subuh,akhirnya kami sampai di ferry penyeberangan GM.berhubung kapal ferry belum beroperasi,jadi kami beristirahat untuk meluruskan punggung dan kaki.lumayan bisa tiduran di teras rumah penduduk meski nyamuknya kagak menahaaan.suara tokek dan ayam jantan pun bersahut-sahutan menyambut datangnya pagi.hahaha,gimana mau sitirohat kalo begini keadaannya.si supir mah dah tepar duluan.
     Jam 05.30 akhirnya kapal ferry mulai beroperasi.saat itu hanya mobil kami dan motor mas Ogi'e yang diseberangkan.sungguh pemandangan datangnya fajar di sungai yang dipenuhi pohon nipah dan mangrove itu menyegarkan mata banget.sesi foto2 dimulai,dengan muka lecek dan rambut awut-awutan.lama perjalanan penyeberangan hanya 10 menitan.
Eksis di Kebun Sawit
     jam 6 pagi kami sampai di Mess Perusahaan Kayu setempat.perjalanan darat pun dilanjutkan kembali dengan petunjuk yg diberikan mas Putu.kami menembus kebun sawit yg luas sejauh mata memandang.jalananx pun masih berupa pengerasan jalan dengan koral,bukan aspal mulus.kami berhenti sebentar untuk menghirup udara pagi yg segar sambil menikmati keindahan perbukitan di kebun sawit.sesekali burung rangkok terlihat terbang berpasangan.udah cukup istirahat sambil foto2an.kami pun melanjutkan perjalanan.papan petunjuk jalan banyak terpasang untuk mengingatkan pengguna jalan agar mengikuti jalur Kiri terus untuk menuju arah biduk-biduk.beberapa kali saya dan mas agus turun dari mobil untuk bertanya rute yg benar dengan karyawan kebun sawit.sebagian tau,sebagian ada yg ga tau karena mereka juga warga pendatang.jadi,bnyak2 bertanyalah jika kurang yakin.banyak kok supir kendaraan sawit,mobil pribadi dan supir taksi biduk-biduk yg lewat jalan kebun sawit ini.intix,kalo udah melewati perumahan warga suku dayak yg sedikit"modern" dengan atap biru,maka terus sana dikit ada simpangan yang kiri lewat lempake dan yang Kanan lewat tali sayan dan simpangan lenggo.dua jalur tersebut sama2 ketemu di simpangan Lenggo.
Jalan Off Road 3 Kilometer
     cumaaaaaa,kalo belok kiri lewat Lempake,memerlukan waktu lebih lama 3 jam daripada ikut jalur belok kanan.yah sepadan sih mengorbankan waktu 3 jam lebih lama kalau di musim hujan.jalur lempake lebih aman dan bisa dilewati segala macam kendaraan daripada lewat jalur talisayan-lenggo yang ada bagian 3 Km medan off road.hanya kendaraan special 4WD yang aman melewati kubangan lumpur&tanah liat.namun,jika memiliki kesabaran,kegigihan,dan keterampilan mengendalikan kendaraan,baik roda dua maupun roda 4 bisa sih sebenarnya!lolos di jalur off road.kalo ga lolos,ya mesti di evakuasi.karena mobil yg kami gunakan adalah Mazda 4WD dilengkapi supir ganteng yg memiliki keahlian off road di mine site,jadi...kami pun memilih jalur sbelah kanan tembus talisayan-lenggo.pukul setengah 10 kami sudah meninggalkan kebun sawit dan melewati daerah Tali sayan.beberapa menit kemudian kami belok kanan di simpangan Lenggo-Lempake.akhirnya,officially kami mulai memasuki kecamatan Biduk-Biduk yg didominasi Aspal mulus,jalan yang rusak dan jembatan kayu yg sedikit rapuh *sedikit... :p.jam 10.30 kami touch down di rumah Host kami yaitu Eko di Desa Biduk-Biduk. 
Bertemu dengan Kloter 1 & 2 Pasukan Samarinda Backpackers

#NB : waktu berangkat pukul 18.00. 
waktu sampai pukul 10.30 lama perjalanan 16,5 jam. 
Tempat istirahat dari Pom Bensin Kilo 10 Bontang,Kota Sangatta&Ferry GM. 

Tanggal 1 Januari 2014

     Tiba waktunya untuk pulang menuju Samarinda.rencana awal mau berangkat pagi malah ngaret sampai jam 11 siang,hahaha.kami menunggu Akbar&Mas Kurniadi dijemput supir travel menuju Berau.jam 08.30 mobil jemputan mereka sudah datang,kami pun mengucapkan salam perpisahan.hikzzz sungguh berat berpisah dengan mereka yg sangat dekat selama 5 hari ini.akhirnya,mobil travel pun berangkat menuju Berau.
     Setelah packing kami selesai dan diamankan di bak belakang mobil,kami pun mulai sesi foto keluarga bersama seluruh keluarga Besar Eko.bapak,Ibu,Mba atul,eko,dian,aku,frisca,athie,firman dan mas agus berfoto ria di ruang tamu.tiba waktunya berpamitan dengan seluruh anggota keluarga,sungguh keluarga yang hangat dan kami sangat senang menjadi bagian dari keluarga mereka meskipun cuma 5 hari.
     Jam 11 siang,kami meninggalkan rumah dan pergi ke arah Teluk Sulaiman untuk mencari Solar.Koperasi BBM sedang tutup,akhirnya kami membeli solar eceran seharga Rp.9.000/liter.saat itu cuaca berubah dari gerimis menjadi hujan deras,hingga akhirnya rencana mau mampir di rumah pak Anwar(host aku&firman sept'12) terpaksa dibatalkan.
     Langsung deh...menikmati perjalanan panjang dari biduk-biduk kembali melewati jalur yg sama saat berangkat,yaitu lewat simpangan Lenggo-Talisayan-kebun sawit-Ferry GM.kami sempat mampir di sebuah masjid besar untuk shalat dzuhur.jam 13.30 kami mampir lagi di warung makan simpangan Lenggo.kami makan siang dengan memesan Ayam lalapan+nasi+es teh dengan membayar Rp.23.000,-/orang.sudah kenyang,kami pun berangkat meneruskan perjalanan.
     Formasi duduk berubah,mas agus tetap berada di kursi Supir,sedangkan Frisca disebelahnya untuk menjadi Navigator merangkap distributor makanan&minuman bagi mas agus.sedangkan di Kursi belakang,ada firman disebelah kiri,aku duduk manis ditengah dan athie di sebelah kanan.
     Memasuki daerah hutan konsesi PT.Sumalindo,mas agus menghentikan mobil untuk istirahat sebentar.tau aja kok,abis makan emang bawaannya ngantuk ala anaconda hahaha.akhirnya kami biarkan si supir berjalan-jalan ringan sambil menghirup udara hutan yg segar setelah turun hujan.selesai istirahat 20 menit,kami melanjutkan lagi perjalanan.kami melewati jalur off road lumpur dan tanah liat dengan aman.jalur pulang kami mengambil arah kiri terus.walau kami sempat salah dan berbalik arah,untungnya ga jauh-jauh amat.
     Sekali lagi kami berhenti di sebuah tanjakan dengan pemandangan perbukitan yg indah.setelah puas berfoto dan meluruskan kaki,perjalanan dilanjutkan.jam 18.00 kami sudah menyeberang dengan Kapal ferry.
     Memasuki daerah kaubun,entah mengapa guncangan mobil sangat terasa.bingung juga,karena rasanya saat berangkat,guncangan mobil ga parah2 banget.mungkin pengaruh duduk ditengah kali ya...jadinya minta mas agus menyupir mobil dengan lebih pelan,selow,khidmat dan khusyuk supaya penumpang dibelakang ga tepar.tapi...tetep aja ga bisa mengurangi goncangan mobil.athie sudah mengaduh beberapa kali,kesian euuyyy kepalanya kan luka.parno kalo jahitannya terlepas dan lukanya mengeluarkan darah lagi.hedehhh...upsss mulai deh.stoppp!buang jauh2 pikiran negatif,sejauh ini aman kok masih,athie bisa tertidur nyenyak,saingan dengan firman nyenyaknya.
     Berhubung ada penutupan jalan karena perbaikan,maka kami harus melewati kebun sawit lagi.jalananx aje gileee...ajibbb off roadnya.kami sampai harus berhenti untuk menunggu orang yang rutenya sama dengan kami.buset deh goyangannya,padahal udah mengaduh-aduh saat terombang ambing melewati jalanan rusak,hingga aku iseng mengeluarkan sound effect "uhhhuueeek" berkali-kali biar mas agus berslowmotion melalui lubang jalanan,namun masih saja mobil bergoyang ria.
     Lumayanlah suasana senyap berubah jadi tertawa ramai gara2 suara uhhueekkk yang ku keluarkan,hingga aku iseng bercanda,"hoyyy,jalanx pelan dung...dah mau pembukaan 2 nih,bentar lagi melahirkan"..."nak jangan keluar disini ya,masuk aja lagi,tunggu aja jalan aspal bagus,baru keluar lagi ya nak" hahahaaha,frisca,mas agus,bahkan firman dan athie yg tadinya tertidur langsung bangun dan ikut tertawa.abisnya sih...jalanannya kagak menahan banget guncangannya.berhubung malam,kami berusaha untuk tertawa tidak secara berlebihan.
     Jam 7 malam,kami singgah untuk minum-minuman hangat.kami beristirahat selama 30menitan diwarung yang sepertinya tempat mangkal supir truk.ibu pemilik warung ramah banget.kami diijinkan numpang buang air kecil dan berbaring di bangku warung.sudah dirasa cukup istirahatnya,kami melanjutkan perjalanan.hasemmm,lanjut lagi perjalanan.
     Beberapa kali mobil terguncang dengan keras.mas agus mengingatkan utk sambil melihat kebelakang mengecek barang.perasaanku emang ga enak sih,tapi coba liat kbelakang,siapa teu barang ada yg terpental,namun yang kuliat adalah sesosok item dengan pose duduk menyamping di bak belakang.hiiiiiiiiiiiii...siyaaaalllll,tau gitu kagak memberanikan diri ngeliat ke belakang,mas agus siyaaal!!!kenapa aku mengikuti perintahmu...langsung deh duduk diam,baca ayat2 al-Quran dalam hati tanpa henti.dasar cobaan bertubi-tubi,malah mas agus kumat isengnya,berapa kali dia sengaja mematikan lampu mobil,hingga frisca nyubit dia sekeras-kerasnya.aku juga ikut negur keisengannya,jangan becanda ekh!!!beneran takut ini,cuma aku sengaja ga ngomong tentang penglihatanku tadi.sengaja disimpen untuk diceritakan sebagai sebuah kisah klasik di masa depan *ciyeekhhh SO7 banget gue.
     Tepat jam 12 malam,anak-anak memutuskan ingin istirahat makan kalo ada warung yang masih buka sih,susah nyarinya,hingga akhirnya kami harus mengisi solar untuk mobil lagi.akhirnya dapat juga warung yang masih melayani pembeli.berhubung Maagku lagi kumat,aku males makan.frisca juga ga ikut makan,kami berdua cuma memesan 1 gelas teh panas diminum berdua,ihhhh co cuiddhhh tapi sayangnya,mengapa selalu frisca...coba pacar sendiri kek {emangnya punya?! :p},TTM-an juga boleh deh yang penting beda jenis dan bukan frisca lagi,frisca lagi hahhahahaha.
     Sepanjang perjalanan dari Biduk-Biduk emang ga bisa tidur.karena udah turun dari mobil,bebas dari jalanan rusak dan goncangan.uhhuk...langsung,berusaha bobo cantik di meja warung makan.walau ga lebih dari 15 menitan tidurnya,namun bener2 hanyut dan no RAM sleep alias tidur mati.tepat teman2 selesai makan,aku terbangun.langsung deh minum teh hangat yang ada dihadapanku ma frisca.
     Lanjut lagi bergoyang oplosan dalam mobil,hedewww...sayang radio tape mobilnya rusak,padahal asik banget kalo disetelin lagu dengan theme song "my Hump" dari black eyed pease.sudahlah,dinikmati saja...perjalanan lanjut hingga jam 02.00.kami memutuskan untuk mencari mesjid di Bengalon buat numpang tidur.
     Ngemeng2 pemirsa...aku deg2an euyyy,abisnya perdana nih ngetrip numpang tidur dimesjid hahhaha.seru seru seruuu...turun dari mobil,langsung deh ambil tenda.weitsss tunggu dulu,jangan salah paham yeee...kami ga bermaksud mendirikan tenda didalam mesjid,melainkan tenda tersebut dijadikan alas tidur aku,frisca&athie dan rain covernya dijadikan selimut,lumayaaan.
     Udah siap mau bobo,tiba2 pasien dadakan minta diurut yaitu frisca.tapi dia sih bentar aja,minta diurutin bahu&punggungnya.udah ngerasa enakan dikit,tiba2 nongol mas agus yang ikutan menjadi pasien selanjutnya.hahaha,udahlah...cowo satu ini wajib disayang karena beliau berjasa besar telah membawa kami ber5 dengan selamat ke Biduk-biduk.
     Yakkk...mulai deh prosesi ta injek2 harga dirinya...ekh salahhh...maksudnya diinjek punggungnya kemudian...ahhh...sudahlah...lupakan...ta usah dijelaskan secara detail...selama trip Biduk-biduk daku cukup berbesar hati disebut frisca "wanita penggrepe pria&wanita" hahahassemmm. 
     Gapapa sih sebenarnya,ada manfaatnya bisa mengurut teman-teman yang kecapekan supaya jangan kebablasan sakit hingga akhirnya ga bisa menikmati petualangan bersama.jadilah...5 malam berturut-turut menjadi tukang urut dadakan yg ikhlas tanpa dipungut bayaran.okeh,udah selesai sesi grepe" mas agus,beliau lanjut tidur ala lemper,ekhhh maksudnya tidur pake sleeping bag...aku lanjut bobo cantik bersama frisca dan athie di teras masjid.firman bobo sendirian di mobil.tidurnya kurang nyenyak karena lantai masjid yg dingin banget juga banyak nyamuk.waktur terasa singkat,karena begitu terbangun sudah mendengar sayup2 dari kejauhan suara pengajian al-Quran dari masjid lain.aku dan frisca langsung bangun dan mencari kamar kecil.rupanya ga da,jadinya kami kembali membangunkan athie dan mas agus untuk bergegas meninggalkan masjid.
     Perjalanan pun dilanjutkan.untung kondisi jalan ga separah sebelumnya.walau mata udah ga bisa merem lagi.jam 06.00 kami berhenti untuk beristirahat.pemandangannya keren cuuuy,bisa liat laut dan pulau2 kecil dari kejauhan,meskipun jurangnya bener2 menakutkan.disni kami berhenti agak lama,karena mas agus dah mengambil ancang-ancang untuk tidur sesi ke 2.tapi sebelum tidur,ni orang masih aja sempet nyemil...heraaan...
     Berhubung kursi belakang dah dikuasai ma firman dan mas agus,jadilah aku dan athie baring2 di kursi depan rumah warga yang terkunci rapat.setelah cukup lama berhenti,kami melanjutkan kembali perjalanan memasuki kota Sangatta.kami melalui jalan baru yang lampu jalannya memakai sel surya.keren bingittt bwo!rupanya jalan baru ini menjadi Pusat Perkantoran dan Perumahan Elit.
     Jam 08.30 kami melewati pusat kota Sangatta yang kurang lebih aja macet dan rusak seperti di Samarinda.kami pun meninggalkan kota Sangatta dan melewati Sangkima TNK.perjalanan dilanjutkan hingga kami memutuskan untuk cuci muka&buang air kecil di Masjid Teluk pandan.
     Pas udah duduk dalam mobil,ternyata aku ketiban sial.ada Ulet ijo super lincah merayap di lututku.panik tingkat mahasiswa telat ikut wisuda gitu deh...teriak teriak minta tolong malah diketawain serempak dengan mas agus,frisca,firman dan athie.ahhh siyaaaal...kenapa juga tadi nangkring dibawah pohon rindang. akhirnya po Athie berbaik hati mau mengusir si ulet ijo.fyuuuhhh...lega...bedebah kamu friss...mas agus juga...kalian berdua yg paling kenceng ketawanya tadi.
     Lanjuuttt...menuju tujuan selanjutnya yaitu mampir ke Tugu Equator tanjung santan Bontang.dengan memberi Rp.5.000,- kepada ibu warung penjaga portal,mobil kami memasuki halaman bawah Tugu Equator.setelah memarkir mobil,kami semua menaiki anak tangga menuju Tugu Equator.berhubung dah 4x kesini,jadi aku biasa2 aja.Athie&Firman langsung ber-Foto Ria.mas Agus sepertinya udah suntuk banget tuh,padahal aku dan frisca baru aja pasang posisi nyantai duduk selunjuran di anak tangga sambil menatap pepohonan rindang,ekh malah disuruh naik mobil lagi.
     Ya sudahlah,manut kata supir yo,lanjut ke kawasan RM.Kenari untuk Ishoma.disini kami istirahat makan siang dan sholat hampir 1 jam lebih.tempat lesehannya asik sih walau kualitas pelayanannya kurang prima.jam 14.00 kami meninggalkan RM.Kenari menuju Kota Samarinda.mendekati PLTD Samberra,mas agus menepikan mobil untuk istirahat lagi.widiwww,banyak amit nih berhentinya,keknya beliau ga mau cepat2 berpisah dengan kami para penumpang yg bawel tapi budiman hahaha.jam 16.30 daku sampai dengan selamat sentosa,item,dan bahagia di rumah tercinta,Alhamdulillah. #waktu #berangkat : tanggal 1 januari 2014 pukul 11.00 dari Biduk-Biduk.
#waktu sampai : tanggal 2 januari 2014 pukul 15.00 di Lempake Samarinda Utara.
#lama perjalanan : 28 jam. Dan 11x berhenti istirahat.
#1x isi solar dari harga per liter-nya Rp.6.500,-(SPBU),dan 4x beli eceran dari harga per liter-nya Rp.7.000,-(smd),Rp.8.000,-(bengalon),Rp.9.000,-(biduk-biduk).
#Total Kilometer : 780 Km PP.
#biaya penyeberangan kendaraan di Ferry GM Kaubun : One Way Roda 2 Rp.50.000,- Roda 4 Rp.300.000,- 

 berhubung banyaknya permintaan untuk trip full explore Biduk-Biduk (Labuan cermin & Teluk sumbang & Pulau Kaniungan), maka dicari 10 peserta trip terbatas untuk kami bawa bertualang pada tanggal 14-18 Agustus 2015. silahkan hubungi contact person BIOTO (0813 4768  9518 only Phone & Whatsapp) atau add PIN BBM 53ACB94E.

Maaf pemirsah...Foto akan ditambahkan lebih banyak.

Komentar

  1. Ahaha.. masih ketawa ngakak pas bagian ulet ijonyah po.. ahahaha.. masa sih paling nyaring? Karena ga ada gunanya kalau frisca yg nyelametin, soalnya jauh dan makan waktu banyak.. makanya ketawa aja.. ahaha btw jauh jg perjalanan ya? Pantesan pada tepar.. xixi. Nice post po. Lanjut lanjuuut...

    BalasHapus
    Balasan
    1. uwwwwww....entah kenapa...trip kemarin bener2 enlightment momentnya pas banget..ada bahagia,sedih,mewek,ketawa ngakak,takut,horror,pijet,grepe2,dst....hahahahahahahaha

      Hapus
  2. nice...minggu depan sy mau ke biduk-biduk juga...hehe

    BalasHapus
  3. bisa langsung ke berau..???

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari biduk-biduk bisa langsung ke berau lewat talisayan.makanya rute derawan dan Labuan Cermin dijadikan satu paket trp biar semua keindahan berau bisa dinikmati dalam sekali jalan :)

      Hapus
  4. Bisa dr lenggo-tali sayan-berau :) tp info trbaru jalur umum ke berau daerh mantaritip sambaliung putus.minggu kmarin tmn2 pulang dari biduk2 lwt lenggo aman,jalur lumpurx dari 3 kilo sisa 2 kilometer stelahnya udah full aspal mulus

    BalasHapus
  5. sayang tulisan kurang jelas terbaca, perlu konsentrasi penuh, antara tulisan dan backgroud hampir menyatu, mungkin jika warna tulisan putih bisa kebaca, kapan tournya lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih Mas, atas sarannya. udah saya ganti backgroundnya, maklum saya ga bisa edit template blog yang eye catching. ini masih menunggu musim angin selatan selesai baru berani jalan-jalan ke laut.

      Hapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Rute menuju Kepulauan Balabalagan

Trip SATEBO (Samarinda-Tenggarong-Bontang)