Kamis, 17 Januari 2013

Serpihan Surga di Pulau Kayungan Part Three


Jumat, 14 September 2012

     Cerita sebelumnya : kami (aku & Firman), Duo Backpacker yang ditemani pasukan Bolang dari Biduk-biduk telah bertualang menembus hutan Teluk Sumbang. kami puas bermain di Air Terjun So'om, mampir ke Perkampungan Suku Dayak Basap, Air Terjun pantai dan bermain di pesisir pantai Teluk Sumbang yang biru tenang.
     Jam 3 Sore kapal kami berangkat dari Teluk Sumbang menuju Pulau Kayungan Besar. lama perjalanan hanya setengah jam berkapal ria. menurut info dari kakek rahul & mama rahul, ada waktu tertentu dimana perairan Teluk Sumbang dan Pulau Kayungan yang berseberangan dipenuhi oleh ratusan lumba-lumba, wedewwww mupenggg pengin ketemu lumba-lumba. jadilah kami penasaran, kami pun bertualang ke Pulau Kayungan Besar. kami diberitahu bapak supir kapal, bahwa kami hanya sempat mengunjungi pulau kayungan besar saja dan tidak sempat ke pulau kayungan kecil karena waktu kami banyak dihabiskan bertualang di Teluk Sumbang. dalam perjalanan, kami makan rame-rame bersama pasukan bolang. kami makan nasi dan mie yang dimasakkan oleh nenek Rahul. makan diatas kapal sambil menikmati pemandangan laut yang indah dijamin puas banget.
     45 menit kemudian, kami mulai mendekati pesisir pantai Pulau Kayungan yang bergradasi warna hijau dan biru. jernih banget lautnya. kami melihat terumbu karang dan rumput laut. kami melihat pantai berpasir putih yang cantik dan pohon kelapa yang menjulang tinggi. ga sabar deh pengin langsung nyebur ke lautnya. pak supir kapal mulai mencari jalur untuk merapatkan kapal ke pulau kayungan. sesampainya di tepi pantai, kami langsung rame-rame berenang. 
     Benar-benar jernih air lautnya pemirsaaaa! ini pulau yang keren untuk menikmati liburan bersama teman. aku dan firman mulai berjalan ditepi pantai pasir putih, kami memerintahkan tim Bolang untuk membeli ikan. ikan itu rencananya akan kami bakar rame-rame. Rahul cs rame-rame menuju rumah ibu Haji untuk membeli ikan. aku dan firman berjalan menuju kampung nelayan. kami berbincang dengan bapak nelayan setempat yang keheranan melihat rombongan kami. si bapak rupanya baru saja menetap di Pulau Kayungan. beliau berasal dari Sulawesi Tengah sodara-sodara! beliau datang dengan menumpang kapal nelayan setempat dengan membayar Rp.50.000,- dan perjalanannya selama 4-5jam saja. wewwwww ... pengeeenn ke Palu rasanya. Bapak nelayan itu juga bercerita bahwa seminggu lalu antara Teluk Sumbang dan Pulau Kayungan dipenuhi oleh ikan Lumba-lumba, wedewwwww Rugiiii... kami terlambat seminggu!!!makjlebbbwangetdah. ya sudahlah nyesal juga percuma, toh selama ini petualangan kami bener-bener seru abis. kami pun berusaha Move on dari kegalauan ga sempat liat lumba-lumba Teluk Sumbang.
     Rahul sudah membeli ikan yang harganya sangat "WAH" yaitu ikan Terkulu (Giant Travelly) seberat 2,3 Kg seharga Rp.60.000,- Glek!!! harganya sama kayak di Samarinda aja ya?!padahal disini desa nelayan. what ever lah! terlanjur beli dan mesti makan rame-rame ber 12 orang. pasukan bolang langsung mencari tempat teduh dan enak untuk membakar ikan. mereka memilih tempat yang bikin hati berdegup kencang sodara-sodara!!! bagaimana tidak mereka memilih tempat untuk membakar ikan dimana diatas pohon kelapanya terdapat sarang tawon! Rahul meyakinkan kalo Tawonnya gak akan mengganggu acara bakar ikan kami. aku dan Firman langsung menyerahkan tugas membakar ikan kepada Rahul dan si ketua kelas (lupa namanya), kami mau berenang dulu bersama sebagian pasukan bolang.
      Hajar bleh, langsung nyebur rame-rame.dengan aksi memakai alat snorkeling, aku dan firman langsung mencari terumbu karang. ternyata!!! kok gak ada ya? mana nih terumbu karang yang kami lihat pas pertama kali berlabuh disini??? usut punya usut, kami salah ambil spot!ngeeek!!!ternyata benar saja pak sopir kapal udah mendaratkan kami di dive spot yang ada terumbu karangnya, berhubung kami keasikan berjalan menikmati pantai dan menuju kampung nelayan, kami malah menjauhi divespotnya. Huh...ya sudahlah, lanjut berenang saja sambil berfoto bersama pasukan bolang sambil juga menunggu panggilan ikan bakar sudah siap disantap. hahahahasek,dilarang protes karena kami kan penyandang dana,jadi wajar saja kami mau terima beres ikan bakarnya. 
     akhirnya...aku dan firman memutuskan naik kepantai untuk menginspeksi ikan bakar yang dibuat oleh pasukan bolang. hasilnya lumayan! lumayan belom masak maksutnya!padahal perut udah minta diisi lagi hahaha. setelah berembug dan menilai bahwa ikan terkulunya sudah cukup matang. kami langsung berkumpul dan makan rame-rame. ikan terkulu 2,3 kg itu gede banget ternyata! kami sudah kekenyangan tapi ikannya masih bersisa. kami mulai membersihkan sisa-sisa kotoran saat membakar ikan. sudah sangat sore ketika kami selesai membakar ikan dan puas berenang di Pulau Kayungan. kami memutuskan ini saatnya untuk pulang. kami mulai mencari kapal yang kami naiki untuk pulang menuju desa Biduk-biduk tercinta.
    aku, Firman dan pasukan bolang sudah menaiki kapal. kami pun mulai menikmati perjalanan pulang. suasana sore yang menyajikan pemandangan laut dan terbenamnya matahari yang spektakuler. sungguh hari yang luar binasa deh hari ini!ga bakal bisa dilupakan. 1 hari dipakai untuk menuju tempat baru, dimana aku  dan Firman bisa menemukan pelajaran berharga yaitu mengenal kearifan lokal masyarakat Teluk Sumbang dan penduduk Suku Dayak Basap. diberi kesempatan untuk mengenal dan menikmati keindahan alam yang diciptakan Allah disini. itu semua sepadan dengan menempuh perjalanan 15 jam dari samarinda dan 21 jam dari Grogot.
     Bertepatan dengan menghilangnya matahari di garis cakrawala di ufuk barat, kami sampai di pesisir pantai desa Biduk-biduk. rupanya pasukan bolang langsung lanjut berenang lagi  setelah kapal kami berlabuh. sebenarnya aku pengin ikutan berenang, tapi udah senja dan mesti mengangkut barang bawaan  menuju rumah kami. tak lupa kami langsung membayar sewa kapal Rp.400.000,- dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak supir yang dengan setia mengantar kami bertualang. ternyata Beliau adalah tetangga depan rumah Kakek Rahul, makanya kami dikasih harga "damai" menginat kami sempat menanyakan sewa kapal menuju Teluk Sumbang dan Pulau kayungan di dermaga Labuan Cermin sebesar Rp.800.000,- hohohoho . transaksi pembayaran selesai, kami sampai dirumah, dan langsung membersihkan diri.
     Pokoknya perasaan bahagia yang susah diungkapkan setiap kami memasuki rumah keluarga Pak Anwar. rumah yang terasa seperti rumah kami sendiri dengan orang-orang yang seperti keluarga sendiri. itulah Rahmat yang diberikan Allah melalui keluarga mama dan Kakek rahul (Pak Anwar) kepada kami. padahal kami juga baru pertama kali bertemu saat perjalanan pertama menuju Biduk-biduk.
     Malam sabtu aku dan Firman memutuskan untuk keluar mencari makan malam sambil mencari-cari sovenir. rupanya lagi bukan musim liburan, makanya stok sovenir hanya sedikit dan tidak menggugah selera untuk membelinya, kami pun memutuskan pulang dan langsung tepar. capek bwo! seharian bener-bener dipake untuk bertualang. End*

This is it ... Pulau Kayungan
Asyik Berenang bersama pasukan Bolang

Firman dan Rahul
Beningnya air Laut Pulau Kayungan

malotong banget tapi teteppp eksis!


hohohoho Firman juga ikutan Gaya eksis

Pemandangan Biduk -Biduk yang indah


Beautifull Sunset on Biduk-Biduk, Never forget it

     

Serpihan Surga di Teluk Sumbang Part Two

Jumat, 14 September 2012

      Jam 6 subuh kami sudah bangun. kami bersiap-siap untuk perjalanan hari ini dengan agenda menemukan air terjun So'om yang direkomendasikan Detik Travel ACI untuk dikunjungi di Teluk Sumbang. Nenek Rahul sudah menyiapkan 1 rantang lengkap nasi beserta mie goreng untuk bekal perjalanan kami. terharu banget sumpah!!! beliau sangat baik hati sekali padahal kami ga meminta untuk dibuatkan karena takut merepotkan. jadinya 1 kardus mie dipake untuk memuat rantang, sambal, kecap asin, piring, air minum, sendok, pisau dan gelas.
      Jam 7 pagi teman-teman Rahul sudah berkumpul didepan rumah. kami memang sedang menunggu teman-teman rahul dan Irul yang sudah berjanji akan menemani kami bertualang ke Teluk Sumbang dan Pulau Kayungan. Pak Anwar sudah menyuruh kami untuk berangkat karena air laut mulai surut dan membuat kapal yang mengantar kami susah berlabuh. akhirnya jam 07.30 kami mulai berangkat dengan meninggalkan Irul karena dia ketiduran, sedangkan teman rahul terakhir datang dengan diantara ayahnya sambil lari-lari berteriak agar kapal kami mundur ke arah pantai untuk menjemputnya. lucu sumpah!ngeliat anak-anak Biduk-biduk yang panik takut ditinggal ke teluk sumbang.  oiya, akan-anak MTS di Biduk-biduk setiap hari jumat libur tapi hari minggu turun sekolah seperti biasa, keren kan! sebagian teman rahul aselinya tinggal di teluk sumbang, karena di teluk sumbang hanya ada SD maka untuk sekolah setingkat SMP dan SMA  harus ke Biduk-biduk. jadilah kami berangkat dengan formasi aku dan firman ditemani 9 teman sekelas Rahul beserta pak supir kapal. pasukan dah lengkap, langsung kami berangkat menyusuri laut dipesisir Biduk-biduk.
    Benar-benar pemandangan luar biasa melihat pesisir pantai yang indah dihiasi batu karang yang kokoh dan beberapa pantai alami yang mungkin belum pernah didatangi orang. sambil menatap laut yang bening, sebentar-sebentar anak-anak dan kami berseru kegirangan jika melihat ubur-ubur dan Penyu raksasa. Pulau-pulau kecil nan sunyi namun indah dipandang, sepertinya membujuk kami untuk mengunjunginya. setelah perjalanan 1,5 jam kami sampai di Teluk Sumbang. Lautnya yang bening dan kampung nelayan yang asri sudah ada dihadapan mata.
     Kardus tempat bekal makan siang sudah diangkut oleh pasukan bolang Rahul. Kapal pun sudah ditambat oleh Pak Supir kapal yang berjanji menunggu kami hingga jam 2 siang. aku dan firman masing-masing membawa tas menuju pantai teluk sumbang. kami mampir sebentar diwarung untuk minum es, dan membeli cemilan. tak lupa juga Rahul menyuruh kami untuk membeli rokok dan korek. pasti pemirsa bertanya-tanya untuk apa? rokok dan korek itu sebagai "upeti" kepada penduduk Suku Dayak Basap agar kami dibolehkan memasuki perkampungan Suku Dayak Basap dan Air Terjun So'om. okeh, anak2 udah ta traktir beli minuman dingin dan cemilan, kardus makan siang sengaja kami titipkan di warung dekat dermaga. pakaian pelindung seperti slayer,kaca mata item,kaos tangan dan kaki sudah dipakai, jangan lupa pipis dulu di langgar setempat. abis tuh, siapppp....mari kita ber ethnic runaway ditengah Hutan Teluk Sumbang dan berinteraksi dengan Suku Dayak Basap.
     Pasukan Bolang dan kami melewati desa nelayan yang jalanannya banyak ranjaunya hahahhaha (baca : kotoran sapi). kami berpapasan dengan anak-anak SD beserta Ibu Gurunya yang tersenyum sumringah melihat kami. berdasarkan saran pasukan bolang, kami menuju air terjun dan perkampungan Suku Dayak Basap dulu baru pulang ke desa nelayan, sambil mengunjungi kincir air yang menyuplai pasokan listrik Teluk Sumbang kemudian menuju Air terjun di tepi pantai. wokeh lah, kami ikut saran mereka. kami terus menyusuri jalanan Desa. setelah melewati sekolah, tiba-tiba...
    Ada Tanjakan yang menjulang dihadapan kami. jalanannya sih semen, tapi ketinggiannya itu loh!melihatnya dari bawah udah cukup merefleksikan bayangan bahwa kaki akan kecengklak, lutut nyeri, dan nafas ngos-ngosan. mantebbb...ternyata jadi kenyataan, baru sepertiga tanjakan ku udah ketinggalan paling belakang. pasukan bolang udah duluan. mereka daki tanjakan kayak lagi jogging ajah.  carrier ku yang berat karena diisi air minum dan makanan akhirnya diambil oleh pasukan bolang. mereka yang memanggul carrier ku hasiiikkkkk...uuupssss hehehe sebenarnya aku keberatan klo carrier kebanggaanku dibawa ma mereka, tapi mereka udah kesian ngeliat aku yang semaput mendaki tanjakan Asoy itu (ngasi nama tanjakan Asoy terinspirasi dari tanjakan gunung Ciremay). anak yang membawa carrierku berkata, udah biasa naik turun tanjakan asoy selama 6 tahun ketika bersekolah di SD Teluk Sumbang. udah sampai puncak tertinggi tanjakan, ternyata dari situ kita bisa melihat seluruh laut yang biru, wedew keren banget dah, kalo bisa pengin lama-lama memandangnya tapi kami harus melanjutkan perjalanan menuju air terjun So'om.
      Sesudah sampai di ujung Desa, kami dihadapkan dengan sebuah pagar kayu yang mesti dipanjat agar bisa menuju air terjun So'om. mantabb dah, dari naik tanjakan sekarang naik pagar, what a beuatifull day banget. semangaattt,anggap aja tanjakan dan panjatan ini adalah latihan untuk persiapan mendaki Semeru. sukses memanjat pagar kayu, 10 menit kemudian kami sampai di Perkampungan Suku Dayak Basap. kami menunggu di pinggir desa, sementara Rahul dan temannya memasuki rumah warganya untuk meminta ditemani menuju Air terjun So'om. rupanya Air terjun ini tidak boleh sembarangan didatangi tanpa izin kepada tetua Suku Dayak Basap. Kami berdua diajak oleh salah seorang Bapak (lupa namanya) menuju lapangan yang disalah satu sisinya sedang ada warga yang gotong royong mendirikan tiang bangunan. kami pun dikenalkan dengan kepala desa beserta para warganya. kami meminta izin untuk memasuki wilayah mereka. setelah mengobrol dengan mereka,kami pun berpamitan untuk menuju air terjung So'om.
      Jalur yang kami lalui pada awalnya berupa pepohonan rapat. kami berjalan sambil berpapasan dengan beberapa warga yang sedang mencari kayu bakar. diantaranya adalah seorang ibu yang mengangkut kayu bakar sambil "berbikini ria" wohohoho, pemandangan "segar" tuh! sumpah keren banget deh menurutku. tak lama kemudian kami sampai di sebuah areal terbuka. sepetak hutan yang telah dibabat untuk dijadikan ladang oleh suku dayak Basap. kami melintasi batang pohon yang bergelimpangan, melompati onggokan semak kering yang telah dibakar. penuh perjuangan deh melewati lereng bukit yang tandus sambil melompati batang pohon yang berhamburan seenaknya. kemudian kami memasuki area hutan yang rapat lagi, perjalanan dirasakan mulai melelahkan. ternyata masih ada area ladang berpindah yang lebih parah lagi jalurnya.
  Benar-benar "jalur perang". bagaimana tidak! kami harus menaiki batang-batang pohon yang bergelimpangan, menghindari lubang-lubang yang tertutup dedaunan kering karena tanah tidak bisa dipijak. trekking jalur perang ini membuatku naik tingkat dalam ilmu meringankan diri. berhubung tenaga masih ada juga suplai air minum lancar maka aku masih semangat berjalan kedepan. untungnya kami semua memakai celana panjang dan baju berlengan panjang sehingga terhindar dari goresan semak dan duri yang banyak. setelah trekking hampir 1,5 jam kami mulai mendengar aliran sungai yang deras. kami mulai memasuki kawasan hutan rindang. didalamnya terdapat aliran sungai keil berbatu dan berair jernih. perasaan senang bercampur penasaran membuat kami bersemangat mempercepat langkah kami menuju air terjun So'om yang direkomendasikan tim ACI Detik Travel.
    Ternyata ... benar-benar air terjun tersembunyi yang... lumayan!dikelilingi pepohonan yang rindang, udara yang sejuk, air sungai yang dingin, ikan yang banyak berenang dan kontur air terjun yang terdiri dari 2 tingkatan. hajar blehhh... take a shoot dulu ya kan, baru berenang rame-rame. ternyata ditengah kolam air terjun ada banyak batang pohon yang melintang. sumpah! perasaan horor banget mau berenang, takut ada monster ikan muncul dan melahap kami. woo0psss, itu namanya parno! sesyen dua dari pengalaman ditinggal cuma berdua di labuan cermin. tapi di air terjun So'om kami rame-rame dengan 10 pasukan bolang dan bapak guide. jadinya kami mulai menikmati air kolam yang dingin sambil berenang bersenggolan dengan ikan patin yang banyak.
     Rahul dan teman-temannya sudah naik ke kolam atas air terjun. kami pun menyusul sambil berenang menuju tepi tebing. ternyata tidak ada jalanan khusus atau tangga untuk bisa dinaiki. kami harus mengandalkan kekuatan kaki & tangan untuk bergelantungan diantara batang dan akar pepohonan yang ada dilereng tebing demi bisa mencapai kolam atas air terjun So'om.
     Akhirnya.... sampai!meski tangan dan kaki tergores duri rotan yang tak bisa kami hindari. ternyata, pemandangan di tingkat atas air terjun lebih spektakuler pemirsa... kolam yang dikelilingi bebatuan dan air terjun yang tidak setinggi di tingkat bawah. ada gua besar yang dihuni kelelawar disebelah kiri kolam. seru banget pokoknya!sepadan deh dengan trekking selama hampir dua jam melewati jalur perang!
     sudah puas berenang, berfoto dan menikmati air terjun So'om, kami memutuskan untuk pulang. pasukan bolang minta pulang cepat karena mereka harus salat jumat, salut deh ma mereka yang ga pernah ketinggalan sholat 5 waktu dan shalat jumatnya. perjalanan pulang dimulai lagi, dengan sisa tenaga sedikit. perjalanan terasa lebih berat dan kami kehabisan air minum. 1,5 jam dilalui dengan langkah kaki gontai dan aku selalu tertinggal paling belakang. makjlebbbwangetdah...biar lambat asal selamat...ga pake pingsan ditengah perjalanan pulang. aku ditemani Rahul, didepanku Firman. pasukan bolang udah jauh didepan.
      akhirnya sampai juga di perkampungan fyuuuhhhh... isitirahat dulu sambil menebar senyum dengan nenek Supusenai yang pernah ikut shooting menemani artis ibukota dalam program Ethnic Runaway yang ditayangkan di stasiun televisi swasta. beliau adalah nenek yang ramah banget loh, meski ga nyambung ngobrolnya. akhirnya setelah cukup berisitirahat, kami berpamitan dengan bapak yang mengguide kami tadi. kami mengucapkan terima kasih dan memberikan uang Rp.70.000,- beserta 2 bungkus rokok dan korek gas. kami pun meninggalkan perkampungan Suku Dayak Basap.
     langkah terasa ringan dengan perut yang berbunyi karena kelaparan. kami mampir dirumah salah satu teman Rahul. kami disuguhkan teh oleh tuan rumah. aduh baik banget dah. kebetulan aku bawa pop mie 3 cup, jadi aku minta air panas untuk makan siang aku, firman dan rahul.pasukan bolang makan di dapur rame-rame. kami bertiga makan diserambi depan rumah yang full banget angin sejuk menyegarkan. pemandangan desa yang memanjakan mata, berciri khas desa nelayan yang dikelilingi kebun kelapa, indah nian Indonesiaku pokoknya! azan sholat jumat berkumandang, pasukan bolang langsung kabur menuju satu-satunya mesjid di desa Teluk Sumbang untuk menunaikan shalat jumat. kami lanjut santai mengistirahatkan jiwa raga setelah bertualang ditengah hutan teluk sumbang.
     sembari menikmati angin diserambi rumah, kami berkenalan dengan kak Edi. beliau adalah kakak dari teman Rahul yang kami ajak bertualang dan yang merelakan rumahnya dijadikan tempat isitirahat bagi seluruh pasukan bolang. beliau bekerja sebaga Kaur Pemerintahan di Desa Teluk Sumbang. keren kan!kak edi bercerita banyak tentang potensi wisata Desa Teluk Sumbang yang ternyata banyak memiliki Air terjun tersembunyi dan belum terjamah,wadowww, mupeeeeng!
     jam setengah dua siang kami meninggalkan rumah kak Edi setelah berpamitan dengan seluruh penghuni rumah. sekarang lanjut menuju pantai. Tanjakan asoy benar-benar menampilkan keindahan laut biru di Teluk Sumbang yang tenang. langsung deh take  a shoot lagi disini bersama pasukan bolang. turun tanjakan asoy mesti pake rem anti blong kalau tidak, bersiaplah menuruni tanjakan dengan cara bergelundung ria sampe ke bawah. maknyusss banget pasti rasanya!
    sampai di pantai, kami bergegas menuju air terjun terakhir yang ingin kami datangi. air terjun ini istimewa loh!letaknya ditepi pantai yang tersembunyi. kami berjalan melewati sebuah danau kecil, beberapa gugusan batu karang yang mirip seperti di film laskar pelangi (padahal belom pernah nonton) dan gundukan pasir yang dirayapi tanaman perdu berbunga ungu indah, wow banget!
     akhirnya...sampai di air terjun yang ternyata...biasa saja!air terjunnya mengalir disebuah tebing. dasar kolamnya dalam dan kecil. airnya dingin dan berwarna biru. volume air terjunnya sedikit karena lagi musim kemarau. tapi tetap...lanjut berenang sesyen dua kan ya.puas berenang. berhubung telah berjanji jam dua siang akan kembali ke kapal, kami pun meninggalkan air terjun tersebut.
     kami pun menyusuri pantai menuju kapal kami ditambatkan. bener-bener wow banget liat pesisir pantai teluk sumbang yang berpasir putih, laut biru,hutan yang hijau persis seperti pantai lombok yang tersohor banget (belum pernah kesana sih,cuma liat difoto trip temen backpacker).
     sampai di dermaga teluk Sumbang kami baru melihat jam yang ternyata sudah jam setengah tiga, kami telaaatttt!!!terpaksa pasukan bolang dan kami berlari sambil mengangkut barang menuju kapal. rencananya kami akan langsung menuju Pulau Kayungan Besar. haseppp...petualangan menuju pulau terpencil yang hanya dihuni beberapa nelayan dan masih sering dinaiki Penyu yang ingin bertelur. begitulah info yang kami dapat dari kakek Rahul.
   Kapal kami mulai meninggalkan Teluk Sumbang menuju Pulau Kayungan Besar. End*


Bergaya di atas kapal

wewww beautifully Me hohohoho (dilarang protes)

Indahnya karang di pesisir Biduk-biduk

Biru lautnya udah ga diragukan lagi deh Keindahannya

Tanjakan Asoy banget, rempo0nk kaki dibuatnya

nangkring dulu di Jembatan Muara Teluk Sumbang

We are Duo Backpacker who get lost to Dayak Basap Tribe Village

Perkampungan Suku Dayak Basap

menembus Hutan Teluk Sumbang

melewati Jebakan Batman


ngadem di aliran sungai kecil di tepi hutan

Pemirsaaaa... Inilah Air Terjun So'om
tadaaaaaa ... sampai juga di Air Terjun So'om



ini Danau apa ya? belum dikasi nama

Tempat paling Oke buat merenungi hidup

hehe serasa di gugusan karang Pulau Lengkuas Belitung


setelan pendaki yang nyasar ditepi pantai

Best foto and Best Background of  Teluk Sumbang coast

Rahul teman seperjalanan yang paling keren

Bolang Adventure Team (bersepuluh)


nangkring di Air Terjun Pinggir pantai

pesisir pantai Teluk Sumbang yang Indah

airnya dingin banget loh

beautifull view in Teluk Sumbang Beach

pantai Teluk Sumbang yang bening banget airnya

pagar pembatas untuk memasuki perkampungan Suku Dayak Basap


Air Terjun Soom di tingkat paling atas, awesome!

*To Be Continued di Episode Serpihan Surga di Pulau Kayungan.

Beseprah di Festival adat Kedang Ipil

Mau ikut Beseprah? Yok ke acara Nutuk Baham di Kedang Ipil tanggal 14-15 April 2018          Beseprah, adalah tradisi makan bersama ole...